Gunung Ciremai – Puncak lain di Jawa Barat

Yeay!! My first travel article. Gimana gak seneng?! Gue kali ini akan share cerita tentang pendakian gunung pertama gue (yang benar-benar mendaki). Gunung Ciremai. Yesss, gunung yang terletak di Barat Pulau Jawa ini dinobatkan sebagai gunung yang tertinggi. Gak heran lagi, kalau banyak para pendaki yang menetapkan Gunung Ciremai ini sebagai salah satu list pendakian mereka.

Tanpa ragu-ragu lagi, gue bersama 2 temen-temen gue (Bang Teguh & Laila) memutuskan berangkat pada bulan Agustus. Karena ini pertama kalinya gue bener-bener mendaki, gue langsung singgah depan komputer untuk nyari-nyari informasi tentang persiapan mendaki. Dipandu juga oleh Bang Teguh, segala perlengkapan pun sudah siap.

15 Agustus 2014

Hari ini saya cuti. Ya cuti. Ceritanya takut kurang persiapan, takut ketinggalan, dan takut gak bisa move on. Jam 3 sore berangkatlah gue menuju lokasi meeting point kami, Terminal Blok M. Ini bisa dibilang trip backpacker pertama gue. Jam 6 sore kami bertiga udah kumpul. Beruntungnya punya temen yang suka mendaki, semuanya gue serahin ke Bang Teguh (berharap dia bukan PHP). Akhirnya kami naik bus patas AC jurusan Blok M – Karawang, berharap kami masih bisa naik bis terakhir jurusan Karawang – Majalengka. Entah memang lagi apes atau apa lah, bus terakhir jurusan Karawang – Majalengka udah berangkat. Galau melanda, kami pun harus tidur di sebuah mushola menunggu keberangkatan bus berikutnya besok subuh.

16 Agustus 2014

Jam 4 subuh. Tidur kurang pun udah jadi resiko. Kami pun bergegas, jangan sampe ketinggalan bus lagi (bisa sakit hati Hayati). Perjalanan kami tempuh selama kurang lebih 3 jam hingga tiba di Terminal Majalengka.

C360_2014-08-16-09-00-30-438

Mataharinya hangat sehangat pelukan mama J Dari terminal udah tampak tuh bayangan Gunung Ciremai yang berdiri kokoh. Makin gak sabar buat nanjak. Rumor punya rumor, sangat sulit menemukan air ketika mendaki gunung ini. Kami pun harus membawa air dari bawah dan masing-masing kami membawa 2 botol besar air mineral.

Untuk sampai dititik pertama pos 1 pendakian, kami harus menaiki mobil pick up milik warga sekitar. Bersama para pendaki yang lain, sampai lah kami di pos 1 jalur pendakian Majalengka. Oiya, untuk pendakian pertama ini kita melewati jalur Apuy.

Jangan salah, biarpun namanya mendaki gunung, kita juga perlu melakukan registrasi kepada petugas. Tujuannya, supaya kalau ada something happen dengan para pendaki, petugas bisa lebih mudah mengkoordinir para pendaki. Repacking pun selesai, kami siap berangkat. Semoga kaki bisa kuat sekuat hati ini yaaa :p

IMG-20140817-WA0019

Belum juga nyampe Pos I, tapi tampang udah lemes aja. Kaki juga udah mulai ngilu. Hiks. Tapi tetep semangat, Hajar terussssss. Pos 1, ishoma, lanjut. Pos 2 lewat. Pos 3 sampai juga akhirnya, tepat siang hari lewat dikit. Rambut lepek udah gak peduli lagi karena lebih peduli sama perut lapar dan cacing mengamuk di perut.

Kebetulan tadi pas di terminal, udah beli nasi bungkus lauk ayam dong (murah meriah Cuma 10 ribu). Abis isi ulang amunisi, tenaga balik lagi deh nih. Tapi ada hal yang bikin kaget. Bang Teguh bilang, jarak dari Pos3 ke Pos 4 itu cukup jauh. Sementara saat itu udah jam 2 siang. Gak mungkin lagi nih dikebut sampe Pos 5 atau 6.

IMG-20140817-WA0008

Jalan terus jalan, yang penting jangan kesasar dan gak buang sampah sembarangan. Trecking mendaki semakin menanjak. Hanya sepasang kaki lah satu-satunya harapan saat itu untuk dapat tetap selalu berjalan. Anyway, dalam perjalanan kali ini gue gak terlalu prepare soal “capture every moment” seperti yang skarang-skarang ini lagi HITS banget kalo travelling. Lebih mencoba menikmati perjalanan walau ada sedikit penyesalan juga sihhhh 

Pos 4, vrooohhh!! Hari udah mulai gelap mann.. Bang Teguh langsung kasih instruksi buat diriin tenda. Untungnya gue punya skill soal per-camping-an (walau sedikit). Masak mie di atas gunung emang udah paling mantep dehh, rasa dingin sementara hilang tapi rasa yang dulu pernah adah masih singgah.

17 Agustus 2014

MERDEKAAA!!! Baru sadar banget kalo hari ini bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia. Pantes aja banyak banget para pendaki waktu itu. Jam 02.00 WIB kita langusng bangun lanjut summit menuju puncak (gemilang cahaya).. Setelah berjalan dalam kegelapan dengan hanya bermodalkan cahay senter dan bintang yang bertaburan, sampailah di Pos 5. Banyak pendakinyaaaa!! Lanjut lagi, jalur mulai curam. Sampai di Pos 6, banyak tenda-tenda berdiri dan banyak pendaki yang mau summit juga. Istirahat sebentar (makan coklat + neguk air mineral) lalu lanjut jalan lagi dan SEMAKIN CURAM!! Sedikit saran kalo mau ke gunung ini jangan lupa bawa sarung tangan yang agak tebal. Itu bermanfaat banget!!

C360_2014-08-17-06-09-05-874
Jangan tanya hidung gue kenapa yaaa :p

Dan …………. Inilah gue, di puncak Gunung Ciremai 3.078 mdpl. Thank God for your gift, your creation, and kindness.

“Karena mendaki gunung tidak sesulit itu kawan. Hasil dari perjuangan akan membayar lunas semua keringatmu.” 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s