Dieng Plateau – The Land Above the Clouds

Ok!! Sudah memasuki bulan Juli, dengan kata lain ini sudah musim kemarau. Terik matahari di Jakarta tidak bisa diajak kompromi lagi. Saya butuh udara sejuk!

Siapa yang tidak tahu Dieng? Terletak di kota Wonosobo – Jawa Tengah, tempat yang sering dijuluki sebagai “Negeri di atas Awan” ini sudah memikat perhatian para wisatawan. Dengan tidak ragu saya memutuskan untuk pergi kesana. Kebetulan waktu itu ada rekan kerja saya yang mengajak saya untuk berkunjung ke Dieng. Sebenernya yang menjadi tujuan utama dalam perjalanan kali ini adalah mendaki Gunung Prau yang berada di kawasan Dieng. Udara sejuk……….. saya datang!!

31 Juli 2015 – 01 Agustus 2015

Setelah menempuh perjalanan darat selama 10 jam, rombongan kami tiba di pelataran Dataran Tinggi Dieng. Suhu rata-rata di Dieng berkisar antara 12-20’C di siang hari dan 6-10’C di malam hari. Waktu itu pukul 07.00WIB. Sinar matahari masih nampak samar-samar karena ditutupi oleh kabut. Entah berapa derajat Celcius suhu saat itu, yang jelas saya merasa sangat kedinginan sampai akhirnya saya membeli extra syal di sebuah toko klontong.

IMG-20150805-WA0090
Jarak pandang sekitar 10-20m. Kabut.

Udara dingin membuat perut tiba-tiba kosong. Sayangnya, warung klontong yang saya kunjungi waktu itu cukup memakan waktu yang lama untuk mempersiapkan makanan. Akhirnya, selagi masih belum banyak pengunjung, kami melanjutkan perjalanan ke objek wisata lainnya di Dieng. Kawah Sikidang.

Jpeg
Jangan lupa bawa masker karena kepekatan asap dari Kawah Sikidang tidak bisa diprediksi.
Jpeg
Gak lengkap kalau belum berpose kayak gini.

Puas menelusuri Kawah Sikidang, walau hanya di bagian luarnya saja, kami melanjutkan perjalanan lagi menuju objek wisata berikutnya. Waktu itu masih jam 08.00 WIB. Kami masih punya banyak waktu. Bergegaslah kami menuju Telaga Warna Dieng. Konon, menurut mitos yang beredar di masyarakat Dieng, beragam warna yang muncul di Telaga Warna diakibatkan karena pada jaman dahulu kala ada Cincin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga tersebut. Sedangkan menurut kajian Ilmiah, warna-warni dipermukaan Telaga tersebut adalah akibat dari pembiasan cahaya pada Endapan Belerang/sulfur didasar Telaga warna. Warna yang dominan muncul dipermukaan telaga warna adalah Warna Hijau, warna putih kekuningan, serta warna biru laut.

Jpeg
Pemandangan dari tempat parkir bus yang gak kalah indah.
Jpeg
Gerbang selamat datang menuju kawasan Telaga Warna

Jpeg

Jpeg
Pose andalan tiap lokasi

Jpeg

Sebenarnya masih banyak lokasi objek wisata yang indah di sekitar kawasan Telaga Warna. Ada Goa-goa alam, Batu Ratapan, dan Petak Sembilan. Dan kebetulan tanggal kunjungan kami bertepatan dengan diadakannya Dieng Culture Festival 2015. Beragam festival yang diadakan. Dimulai dari pemotongan rambut anak gimbal hingga pelepasan lampion di malam puncak festival. Sayangnya kami tidak bisa mengunjunginya satu per satu, mengingat waktu menjelang siang hari. Kami masih punya tujuan utama, Gunung Prau.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s