Dari Air Terjun hingga ke Pantai – Lombok

Jam 5 pagi WITA, rasanya sama seperti jam 7 di Jakarta. Seruan si ayam jago saja hampir tak mampu mebangunkan kami. Untung ada gadget praktis serbaguna yang bisa membangunkan kami.

Gak mau kehilangan waktu, gak mau kehabisan kesempatan, dan gak mau semua jadi sia-sia. Kami langsung melesat keluar dari rumah singgah, hanya bermodalkan peta digital dan penduduk lokal.

Pagi di Lombok itu gak seperti pagi di Jakarta. Padahal waktu itu tepat hari Minggu, 08 May 2016. Dan lebih parahnya lagi, jarang ditemukan warung makan pinggir jalan sekedar untuk sarapan. Untung ada minimarket yang memiliki sejuta cabang di Indonesia. Kami gak perlu khawatir soal perut dan cacing-cacingnya.

Lanjut jalan dengan peta digital ditangan. 5km berlalu, masih gak terasa capeknya meski duduk dan berkendara di atas motor itu bikin pinggang sedikit lebih encok dari biasanya. 10km lewat, 20km juga lewat, mulai masuk jalur yang kiri kanannya berdiri teguh pohon-pohon rimba. Tak lama setelah itu, kami melihat sebuah pertunjukan, ah! Topeng Monyet!! Bukan, ini monyet-monyet asli yang berkeliaran dijalan membuat para pengendara sedikit was-was dan.. roti kami dirampas. Memang cuma roti.

Setelah berpuluh kilometer, kami pun tiba di wisata Air Terjun yang paling terkenal di Lombok. Sendang Gile dan Tiu Kelep. Air Terjun Sendang Gile terletak di desa Senaru, kecamatan Bayan,kabupaten Lombok Utara,propinsi Nusa Tenggara Barat. Berjalan 15 menit dari pintu masuk, akan terdengar deru air yang jatuh ke sungai. Tingginya yang mencapai 31 meter dari permukaan sungai dan mempunya dua tingkat ibarat rumah-rumah di Bintaro.

Sekitar 45 menit perjalanan dari Air Terjun Sendang Gile, adalah Air Terjun Tiu Kelep yang berdiri kokoh lebih indah dibandingkan dengan sebelumnya. Tiu Kelep yang diartikan sebagai “Kolam Terbang” oleh penduduk sekitar menjadi primadona di Desa Senaru.

Berada di pelukan sang alam menyadarkan kami akan kenyamanan, keamanan, keindahan, dan kesempurnaan sang pencipta. Eits, kalimat barusan emang mirip sebuah lirik lagu.

Lanjut lagi perjalanan, udah lumayan sore dan perjalanan menempuh berpuluh kilometer masih harus dihadang, kami putuskan untuk mengunjungi pantai deket Mataram yang cukup terkenal juga dikalangan penduduk lokal. Pantai Sengigi. Kali ini jalannya bukan hanya lurus, melainkan belok-belok naik turun kayk roda kehidupan. Huft. Akhirnya sampai lah kami di pantai yang cukup ramai pengunjung seperti Ancol namun lebih jernih dibandingkan Ancol. #SaveAncolBeach

Sangat-sangat disayangkan sekali, waktu itu “Sunset” nya kurang dapet, awannya mengganggu. Tapi gapapa, yang penting jumping shot -nya dapet banget. Oiya, selama perjalanan kami banyak banget nemuin Bonus View yang gak kalah keren. Jadi jangan segan-segan kerahkan sedikit tenaga buat explore dan peka terhadap “Hidden View” seperti yang satu ini, jangan cuma peka sama lawan jenis ajaa. Salam langkah kaki!!

 

Advertisements

2 thoughts on “Dari Air Terjun hingga ke Pantai – Lombok”

  1. Wah keren nih mba, lombok utara kmrn ga sempet ke situ.. Banyak bgt sih tempat-tempat kerennya, jd bingung sendiri mo pilih yg mana hehe

    Btw nice post mba, salam kenal 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s